Live Streaming Muktamar Khilafah 2013 Jakarta

Saksikan Live Streaming Muktamar Khilafah 2 Juni 2013 Gelora Bung Karno, Jakarta

Aksi Rampak Bedug Muktamar Khilafah Sumut 26/5

Semarak Aksi Rampak Bedug Muktamar Khilafah Sumut 26/5/13. Dukungan kaum muslimin semakin besar terhadap tegaknya Khilafah

Dukungan Warga Medan Terhadap Syariah dan Khilafah

Stadion Teladan 26 Juni 2013 Menjadi saksi Dukungan Warga Medan Terhadap Syariah dan Khilafah

Jejak Syariah dan Khilafah di Sumatera

Gema syariah dan khilafah di Nusantara kian nyaring terdengar. Bahkan menurut sebuah harian Ibukota, diberitakan bahwa beberapa waktu lalu digelar debat terbuka di kampus Unpad Bandung bertemakan penerapan syariat Islam dengan pembicara dari Tokoh Islam, M. Ismail Yusanto dan fungsionaris Parpol Nasrani, Pdt Ruyandi Hutasoit.

Halqah Islam dan Peradaban

Pengamant Politik USU : Umat Islam harus pilih Ideologi Islam

Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Wednesday, May 1, 2013

Takut Khilafah Tegak, Yordania Larang Seminar Bela Suriah

            

Pemerintah Yordania tiba-tiba melarang  tanpa alasan Konferensi Muslimah Hizbut Tahrir untuk Membela Muslim Suriah yang seyogyanya dilaksanakan pada Sabtu, (27/4) pukul 13.00 WIB (GMT + 7) di Amman.

“Seminar ini diadakan untuk mengatasi kondisi yang mengerikan di Suriah, namun pemerintah Yordania melarangnya tanpa alasan,” ungkap Fika Monika Komara, Representasi Kantor Media Pusat (CMO) Muslimah Hizbut Tahrir Asia Fasifik, Sabtu (27/4).

Ia pun menyatakan bahwa larangan tersebut tidak masuk akal serta mempertanyakan bahaya apa yang akan ditimbulkan dengan diselenggarakannya seminar tersebut sehingga harus dilarang secara tiba-tiba.

Namun ia menduga bahwa rezim  takut dengan opini yang diserukan dalam seminar ini, yang merupakan solusi Khilafah untuk memecahkan krisis di Syam. “Kami menyerukan pendiriannya,” tegas Fika.

Meski gagal menggelar seminar  yang bertema Bersegera Menegakkan Khilafah untuk Melindungi Para Perempuan Mulia Syam, namun ratusan Muslimah yang sudah terlanjur datang ke lokasi, menggelar protes. Dengan tertib mereka mendengarkan orasi di pinggir jalan.

Orator menegaskan pelarangan itu tidak akan menghentikan upaya penyebaran opini atas kejadian sesungguhnya di tanah Syam yang menimpa perempuan dan anak-anak. Dan atas kerjasama busuk dari para penguasa Yordania dengan Suriah untuk membungkam kebenaran Islam.

“Dan apa yang telah dilakukan pemerintah Yordania hanya memperlihatkan wajah sesungguhnya dalam krisis Suriah ini. Pemerintah Yordania (tidak langsung tapi blak-blakan) mengakui bahwa ia memiliki hubungan dengan rezim Bashar,” tegas Nazreen Nawaz, Representasi CMO Muslimah Hizbut Tahrir Pusat.

Nazreen pun menyatakan bahwa Hizbut Tahrir menawarkan tiga solusi untuk menuntaskan krisis Suriah.

Pertama, mengirim tentara Muslim untuk memenuhi kewajiban mereka sebagai tentara Islam dalam membela kehidupan saudara dan saudari Muslim serta anak-anak dari Asy-Syam.

Kedua, Menghapus rezim Bashar Assad, bukan dengan penguasa wayang lain yang dikendalikan oleh Barat, tetapi dengan Khilafah yang benar-benar melindungi kehidupan umat.

Ketiga, menyeru umat Muslim di seluruh dunia untuk mengambil tindakan dalam menegakkan kembali Khilafah.[] Joko Prasetyo

 [R]

Songsong Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah
______________________________________________
Terus Dukung Penyebaran Opini Penegakan Syariah dan Khilafah bersama:

Hizbut Tahrir Indonesia
www.hizbut-tahrir.or.id

https://www.facebook.com/HTI.mediacenter
https://twitter.com/HizbutTahrirID

Kalajengking Berbisa untuk Pengungsi Syria di Doames!

Kalajengking Berbisa untuk Pengungsi Syria di Doames!

Pasukan Pashmerga dari suku Kurdi yang menjaga perbatasan Irak Kurdistan, dilaporkan berhasil menangkap beberapa orang Syi'ah yang hendak melewati perbatasan menuju lokasi kamp pengungsi Doames.

Mereka tertangkap membawa beberapa kotak berisi ribuan 'Kalajengking'. Hasil interogasi awal menyatakan mereka berniat menebarkan 'serangga berbisa' itu di kawasan kamp pengungsi Syria tersebut.

Video: http://www.youtube.com/watch?v=skX2Nm_rZ9Y


sumber : Syria Care Indonesia

Wednesday, February 20, 2013

Rusia kirim empat kapal perang ke perairan Suriah

MOSKOW – Empat kapal perang Rusia tengah dalam perjalanan menuju Laut Mediterania di dekat wilayah perairan Suriah, ujar Kementerian Pertahanan Rusia.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (19/2/2013), Menteri Pertahanan Rusia mengatakan keempat kapal tersebut akan bergabung dengan kapal pengawal dan kapal-kapal kecil lainnya yang saat ini bertugas di daerah itu.

Harian Rusia, Ria Novosti mengutip sumber militer menuliskan bahwa tugas utama dari kapal-kapal tersebut belum diketahui namun sumber mengklaim kapal akan dikerahkan untuk mengevakuasi warga Rusia yang berada di Suriah.

“Meskipun tugas kapal perang belum diumumkan, dapat diasumsikan mengingat perkembangan situasi di wilayah tersebut, pekerjaan utama mereka akan mengambil bagian dalam evakuasi warga Rusia dari Suriah,” kata sumber itu, kepada kantor berita Rusia.

Sebelumnya pada bulan Januari lalu, Rusia mengerahkan lima kapal yang membawa kendaraan militer dan ratusan marinir ke Laut Mediterania timur.  Sumber-sumber diplomatik mengklaim bahwa kapal tersebut dikerahkan untuk berpartisipasi dalam latihan angkatan laut dan untuk mncegah intervensi militer negara-negara Barat di Suriah. (haninmazaya/arrahmah.com)

Rezim Bengis Suriah bunuh 20 warga sipil di Aleppo dengan Rudal Scud

ALEPPO–Misil rezim Suriah telah membunuh sedikitnya 20 orang di Aleppo pada Selasa (19/2/2013), ujar aktivis Suriah seperti dilansir Reuters.

Penggunaan rudal besar menargetkan perumahan di sebuah distrik di Aleppo terjadi setelah pejuang Suriah menyerbu dan berhasil menguasai beberapa pangkalan militer rezim selama dua bulan terakhir.

PBB memperkirakan 70.000 orang telah tewas dalam konflik antara pejuang yang sebagian besar Muslim Sunni dengan rezim Assad yang didominasi sekte Alawiyah.

Perang yang telah berlangsung selama dua tahun menghancurkan berbagai fasilitas umum dan warga Suriah harus menjalani hidup yang serba kekurangan.

“Tidak ada bahan bakar yang cukup atau listrik untuk menjalankan pompa sehingga orang-orang meminum air dari sungai Eufrat yang terkontaminasi, mungkin oleh limbah,” ujar perwakilan WHO di Suriah kepada Reuters.

Terkubur di bawah reruntuhan

Di utara Aleppo, aktivis oposisi mengatakan 25 orang masih hilang di bawah reruntuhan tiga gedung yang dihantam rudal.  Mereka mengatakan sisa-sosa senjata menunjukkan rezim Suriah menggunakan rudal Scud dalam melancarkan serangan tersebut.

“Beberapa termasuk anak-anak tewas di rumah sakit,” ujar seorang aktivis Suriah, Mohammad Nour.

Dalam peristiwa lain, pertempuran dilaporkan terjadi di dekat kota Nabak di  jalan raya Damaskus-Homs, rute penting lain yang digunakan rezim untuk memasok pasukan yang setia kepada Assad ke Damaskus. (haninmazaya/arrahmah.com)

Thursday, February 14, 2013

Sungguh Aib! Surat Persahabatan Presiden Mursi Kepada Israel

 Maktab I’lami Hizbut Tahrir
Wilayah Mesir

No        : 12/41
6 Dzulqa’dah 1433 H-22 Oktober 2012 M

Keterangan Pers

Sungguh Aib Luar Biasa… Surat Yang Sangat Hangat kepada Orang yang Paling
Keras Permusuhannya kepada Orang-orang yang Beriman!

Sungguh ini bukan pertama kalinya Yahudi membocorkan surat yang dikirimkan kepada mereka oleh presiden Mursi. Dua bulan sebelumnya mereka telah melakukan hal yang sama ketika mereka membocorkan kepada surat kabar, surat ucapan selamat hari raya yang dikirimkan oleh presiden Mursi kepada presiden entitas Yahudi. Surat itu telah mengguncang kaum Muslimin umumnya dan khususnya kaum Muslimin di Mesir. Dan sudah ada pernyataan bahwa itu adalah surat bohong. Betapapun semua itu, namun para penasihat presiden Mursi tidak belajar dari kesalahan surat pertama. Mereka tidak paham bahwa kita berada di negara pasca revolusi dan bahwa diantara sebab terpenting bangkitnya rakyat Mesir melawan Mubarak yang tumbang adalah keberadaan Mubarak sebagai broker murahan negara Yahudi. Lalu apakah presiden pasca revolusi ingin mengembalikan permainan yang sama kepada rakyat Mesir sekali lagi?!

Tidak terbayang baik oleh orang yang ada di dalam maupun di luar Mesir bahwa presiden Mursi akan menyeru ketua entitas pencaplok kiblat pertama dan tempat suci ketiga, tujuan Isra’ Rasul saw, dengan ucapan “ ‘azîzî wa shadîq al-‘azhîm (tuanku dan temanku yang mulia)“ dan menutupnya dengan tanda tangannya di bawah kalimat “shadîqikum al-wafî (teman baikmu)” mengharap “untuk negara Israel” –sesuai ungkapan surat- kesejahteraan hidup! Justifikasi as-sayid Yasir Ali, penasihat media presiden, menyatakan bahwa ini “redaksi seruan diplomasi hanyalah masalah protokoler” dan bahwa “redaksi seruan kementerian luar negeri Mesir seputar penunjukan duta besar baru juga sama dan tidak ada deskriminasi untuk seorang pun”. Itu adalah dalih yang lebih tercela dari dosa. Kami tidak senang presiden Mursi –yang merepresentasikan revolusi yang datang untuk menghancurkan kebijakan-kebijakan rezim sebelumnya yang berkasih sayang kepada Yahudi dan bermanis muka dengan segala kalimat hipokrit– menempatkan dirinya dengan sikap hangat dan intim terhadap pemimpin negara Yahudi. Padahal mereka adalah orang yang paling keras kebenciannya kepada orang-orang yang beriman.

Ahmad al-Hamrawi salah seorang pemimpin al-Ikhwan al-Muslimun di Aleksandria mengundurkan diri dari jamaah pada sore tanggal 22/10 sebagai bentuk protes terhadap seruan kepada Simon Peres itu. Padahal ia telah menjadi anggota selama 28 tahun. Mungkin pengunduran diri tersebut menjadi sebagian penghiburan untuk masyarakat bahwa ternyata masih ada orang yang berasal dari jamaah al-Ikhwan sendiri yang mengkritik dan menolak tindakan-tindakan presiden. Hal itu setelah individu-individu jamaah al-Ikhwan sebelumnya sibuk memberikan justifikasi pembenaran terhadap apa saja yang keluar dari presiden, meskipun menyalahi hukum syara’ dengan jelas. Mulai dari penghormatan terhadap berbagai kesepakatan internasional, berlanjut pada pembenaran utang ribawi dari IMF dan berakhir dengan surat yang telanjang tersebut! Ahmad al-Hamrawi dalam pengunduran dirinya mengatakan: “Kami menduga bahwa hanya Hosni Mubarak dan gengnya yang menjadi pengkhianat dan antek zionisme dan Amerika. Akan tetapi akhirnya sekarang jelas bagi kita bahwa peran pengkhianat ternyata lebih umum dan lebih luas. Jika Hozni Mubarak adalah simpanan harta Israel, maka Mursi adalah teman baik zionis sebagaimana yang ia catatkan dengan tangan kanannya”.

Kalimat terakhir yang ingin kami katakan kepada presiden Mursi, “Bukankah daripada mengirimkan duta besar kepada entitas pencaplok itu –bertukar piala yang diangkat!!-, lebih baik Anda kirimkan pasukan Shalahuddin?! Masyarakat berharap, revolusi Mesir menutup kedutaan Israel di Kaero, menghapus kesepakatan Camp David dan mengembalikan kepada Mesir kehebatan, kemuliaan dan peran kepemimpinannya di kawasan dan dunia.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu (TQS al-Mumtahanah [60]: 2)

Syarif Zayid
Ketua Maktab I’lami Hizbut Tahrir
Wilayah Mesir

Mengemis Utang ke IMF 4,8 Miliar Dolar, Penguasa Baru Mesir Tempatkan Nasib Negara di Antara Gigi Taring Lembaga Imperialisme Barat

Para pejabat mengatakan pada hari Rabu (22/8) bahwa Mesir telah meminta pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) senilai 4,8 miliar dolar, dan berharap kesepakatan selesai pada akhir tahun. Hal itu terungkap selama kunjungan ke Kairo yang dilakukan oleh Christine Lagarde, direktur IMF untuk membahas dukungan terhadap perekonomian Mesir yang tengah sakit. Yasser Ali juru bicara kepresidenan menyampaikan kepada Reuters bahwa selama pembicaraan antara Lagarde dan Mursi “Kami secara resmi meminta pinjaman 4,8 miliar dolar dari Dana Moneter Internasional.” Dan pejabat dari IMF juga membenarkan hal itu.

Perdana Menteri Mesir Hisyam Qandil mengatakan bahwa pemerintah sedang bernegosiasi untuk pinjaman lima tahun dengan masa tenggang 39 bulan, dan tingkat bunga 1,1 persen, namun ia mengatakan bahwa rinciannya masih dalam pembahasan. Ia menambahkan: “Kami sepakat pada peta dengan IMF yang akan berakhir pada bulan November atau awal Desember di mana penandatanganan pinjaman semuanya selesai.” Di antara reformasi ini adalah untuk mengurangi subsidi energi, yaitu sekitar 22 persen dari total pengeluaran pemerintah pada tahun fiskal yang berakhir bulan Juni. Dan diharapkan pemerintah juga akan memberlakukan pajak atas nilai tambah dalam beberapa bulan ke depan.

Mesir terkenal dengan sumber dayanya yang besar, seperti sumber daya minyak, terutama gas, pertanian, pendapatan dari Terusan Suez, industri, tambang emas, dan pertambangan lainnya, serta para tenaga kerja di luar negeri dan sumber daya manusia di dalam negeri. Semua itu jauh lebih besar daripada harus mengemis pinjaman berbasis riba dari lembaga yang dikenal dengan program-program dan kebijakannya yang keji, yang memiskinkan negara, sebab solusi yang diberikan justru melestarikan ketergantungan dan penjajahan oleh Barat.

IMF dan Bank Dunia, di mana sejarah telah menjadi saksi atas pekerjaan keduanya sejak dua tahun, yaitu 1944 dan 1945 berturut-turut. Bahwa, keduanya tidak masuk ke dalam negeri manapun yang diinginkan oleh Barat untuk tetap tergantung dan tunduk pada Barat, lalu keduanya berkontribusi dalam pemulihan ekonomi atau memperbaiki situasi ekonomi, justru sebaliknya, lihatlah negara-negara Amerika Latin dan dunia Islam, seperti Yaman, Bangladesh, Pakistan, Tunisia, Maroko dan Palestina, semuanya menjadi saksi atas kebusukan Bank Dunia dalam menciptakan kemiskinan, ketergantungan dan ketundukan pada kekuatan negara-negara imperialis besar, serta dalam upaya pemiskinan rakyat dan melemahkannya.

Apakah benar bahwa sumber daya Mesir tidak mencukupi untuk kebutuhan rakyatnya, dan seakan-akan negeri-negeri kaum Muslim itu miskin, bukan karena ulah para penguasa antek seperti Mubarak, Qadafi, Ben Ali, Saleh dan Assad?!

Bukankah Mesir mampu memperoleh lebih besar dari nilai pinjaman dengan menaikkan biaya tol masuk Terusan Suez bagi kaum kafir, mengingat Terusan Suez merupakan tempat penyeberangan vital dan aktif di dunia, atau melalui penjualan gas di pasar dengan harga dunia daripada memberikannya kepada Yahudi dengan harga kurang dari biaya! Bagaimana dengan kekayaan dari hasil pertanian dan pertambangan emas yang masuk ke kantong para penguasa dan orang-orang dekatnya?!

Dengan semua ini, apakah para penguasa Mesir sadar dengan langkah cerdas pengelolaan likuiditas—jika itu harus—seperti bantuan dari negeri-negeri Islam dan para pemilik sumur minyak, daripada memperlihatkan secara telanjang permusuhan terhadap Allah dengan meminta pinjaman berbasis riba, yang terikat dengan berbagai dikte dan persyaratan destruktif imperialisme yang disebut dengan rencana reformasi, di mana isi klausul pertamanya saja dimulai dengan keharusan mengurangi subsidi pemerintah untuk bahan-bahan pokok!!.

Astaghfirullah, apa harga politik yang akan dibayar oleh Mesir sebagai kompensasi untuk pinjaman yang berdosa ini?! Dan di mana slogan-slogan pembebasan dan kemerdekaan dari harga ini, wahai para penguasa baru Mesir?!
Sumber: pal-tahrir.info, 23/08/2012.

Pemerintah Mesir Mengemis Utang Pada IMF

Beberapa hari dari pembentukannya, kini kelompok ekonomi di bawah pemerintah Mesir telah memulai aktivitasnya, dan mendekati IMF untuk mendapat utang senilai 3,2 miliar dolar, dimana hal itu telah dinegosiasikan oleh pemerintah sebelumnya.

Menteri Keuangan Mesir, Mumtaz Said mengumumkan bahwa tujuan dari utang Mesir ini adalah untuk memperoleh pengakuat internasional terkait kemampuan ekonomi Mesir dalam memenuhi kewajiban-kewajiban internasionalnya.

Sementara pemerintahan Isham Syaraf  sebelum pemerintahan Janzuri, pada bulan Mei 2011 telah menolak penandatanganan persetujuan utang IMF.

Sungguh persetujuan mendapatkan utang dari IMF yang dilakukan oleh pemerintah yang berlatar belakang gerakan Islam merupakan aib bagi gerakan-gerakan Islam yang mengklaim bahwa ia tengah berusaha untuk menjadikan negara yang dikuasainya berdasarkan Islam.

Lalu, lalu dari dasar (referensi) Islam yang mana, yang membolehkan untuk mengambil utang secara riba, apalagi dari lembaga riba dunia terbesar dan terpenting!?

Dan, dasar (referensi) Islam yang mana, yang mengklaim bolehnya secara ideologi untuk bekerja sama dengan IMF, yang dalam dekade terakhir merupakan penyebab utama hancurnya perekonomian negara, dan yang membuat negara dalam jeratan utang selamanya?

Dalam hal ini, pemerintah yang menyebut dirinya sebagai pemerintah yang berasaskan Islam, bukannya berusaha membangun perekonomian Islam yang sebenarnya, yang bebas riba, dan hanya bersandar pada sumber daya umat, justru ia lebih mengutamakan perekonomian riba. Sehingga kami dapati bahwa negara ini, pada ujian pertama telah jatuh ke dalam perangkap lembaga-lembaga riba kapitalis dunia (kantor berita HT, 12/8/2012).

Apa Gunanya Mufti Baru Bagi Rezim Mesir Yang Tidak Menerapkan Islam?!

Seorang pejabat di “Hai’ah Kibar Ulama Al Azhar” mengatakan, bahwa pada hari Senin (11/2) telah dilantik Syaikh Syauqi Ibrahim Abdul Karim Allam sebagai mufti baru di Mesir.

Kepala humas “Hai’ah”, Muhammad Jama’ah mengatakan kepada Reuters bahwa  Allam yang menggantikan Syaikh Ali Juma’ah sedang menjabat sebagai Kepala Divisi Fikih, Fakultas Syariah dan Hukum, cabang Universitas Al-Azhar di kota Tanta di Delta Nil.

Di tengah hingar bingarnya pelantikan mufti Mesir yang baru, yang menggantikan Mufti sebelumnya Syaikh Ali Juma’ah. Terbesit sebuah pertanyaan, apa gunanya pengangkatan seorang mufti baru selama rezim ini masih tegak di atas asas sistem demokrasi yang mengabadikan kedaulatan rakyat daripada kedaulatan syara’?

Akankah mufti baru ini akan mengeluarkan fatwa untuk kepala negara, misalnya, agar membatalkan kesepakatan terlarang dengan entitas Yahudi? Atau mengakhiri sistem riba dan mencegah pinjaman berbasis riba dari Dana Moneter Internasional (IMF)? Akankah mufti yang baru ini akan memfatwakan wajibnya segera menerapkan Islam dan menghapus konstitusi sekuler?

Atau kedukannya akan tetap sebagai simbolis yang memisahkan agama dari kehidupan, dan membatasi aktafitasnya hanya untuk mengumumkan penampakan bulan sabit Idul Fitri dan Ramadhan?! (pal-tahrir.info, 12/2/2013)

Monday, February 11, 2013

Terungkap Pangkalan Rahasia Drone AS di Arab Saudi

Pemerintah Amerika Serikat memiliki pangkalan rahasia di Arab Saudi. Pangkalan ini beroperasi untuk meluncurkan pesawat nirawak (drone) guna menyasar target, salah satunya adalah pemimpin al-Qaeda keturunan Amerika, Anwar Al Awlaki.

Diberitakan Reuters, Kamis 7 Februari 2013, keberadaan pangkalan ini diungkapkan oleh beberapa media di AS, termasuk di antaranya adalah Washington Post dan New York Times. Sebenarnya, beberapa media, selain dua media tersebut telah mengetahuinya, namun merahasiakannya.

Menurut Washington Post, pangkalan rahasia di suatu tempat di Saudi itu didirikan dua tahun lalu sebagai bagian upaya AS memberantas kelompok militan. Mantan kepala CIA di Arab Saudi, John Brennan, disebut sebagai tokoh kunci dalam negosiasi pembangunan pangkalan rahasia dengan pemerintah Riyadh.

Pembangunannya dilakukan pada Desember 2009, usai serangan rudal AS ke Yaman. Serangan ini adalah perintah serang pertama sejak Presiden Barack Obama menjabat. Perintah ini berakhir bencana, puluhan warga sipil tewas, termasuk perempuan dan anak-anak.

New York Post menuliskan, pertama kali digunakan, pangkalan ini mempunyai andil besar dalam pembunuhan Awlaki. Sejak itu, pangkalan yang dioperasikan CIA ini bertugas untuk memburu dan membunuh target-target utama di al-Qaeda Yaman.

Pihak CIA dan pemerintah Arab Saudi enggan mengomentari hal ini.

Beberapa media di AS, salah satunya Associated Press (AP), sebenarnya mengetahui sejak awal soal pangkalan di Saudi ini. Namun, berdasarkan perjanjian dengan pemerintah AS, AP tidak memberitakannya. Kepada AP, AS berdalih pengungkapan pangkalan akan membahayakan warga sekitar dan merusak upaya pemberantasan terorisme AS.

Namun, karena dua media telah mengungkapkannya, perjanjian ini sepertinya akan batal. Hal ini yang ditakutkan oleh Gedung Putih. Pihak Gedung Putih lantas menghubungi media-media untuk menahan diri dalam memberitakan lokasi rahasia pangkalan tersebut.

Serangan drone oleh AS sering dipertanyakan efektivitasnya, karena lebih banyak menewaskan warga sipil ketimbang target. Menurut hukum AS, serangan drone diperbolehkan jika target sangat berbahaya dan menangkapnya tidak dimungkinkan. Rencananya, senat akan memanggil Brennan untuk menjelaskan masalah ini. (art)
sumber : viva.co.id

Thursday, January 31, 2013

Israel memproduksi film yang mengganti Kubah Shakhrah dengan sebuah kuil Yahudi


Dalam sebuah film yang diproduksi oleh Menteri Luar Negeri Israel, dan dilarang dipublikasikan secara resmi, Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Danny Ayalon, terlihat berdiri dan berbicara di berbagai daerah di Yerusalem, termasuk di Kubah Shakhrah atau Masjid Kubah Batu yang terletak di lingkungan Al-Haram Asy-Syarif, di mana di dalam film itu,  Kubah Shakhrah menghilang dan digantikan oleh kuil Yahudi, menurut laporan IMEMC pada Rabu (30/1/2013).
Film itu berjudul "The Fact About Jerusalem", bermaksud untuk untuk mendorong pariwisata, tetapi di sisi lain menggambarkan pandangan Yahudi tentang Yerusalem. Ayalon mengklaim bahwa film tersebut menggambarkan "tentang kebebasan beragama dalam tiga keyakinan -Yahudi, Kristen dan Islam.

Media Israel Yedioth Ahronoth mengatakan bahwa film itu memuat konten provokatif dan tidak dipublikasikan secara resmi karena takut menyebabkan kemarahan di kalangan umat Islam, tidak hanya di Palestina, tetapi pasti di seluruh dunia.

Ayalon sebagai "bintang" di film itu menunjukkan berbagai daerah yang berbeda di Yerusalem, menunjukkan sejarahnya (versi Yahudi), kemajuan teknologinya, sistem transportasi umum, dan juga menayangkan Masjid As-Shakhrah sebelum kemudian menghilang dan diganti dengan sebuah kuil Yahudi.

Namun, dia tetap berbicara tentang "keanekaragaman" dan "harmoni" di Kota Suci itu.

Ayalon mengklaim film tersebut tentang "fakta", "fakta" yang berbeda dari pandangan tentang Yerusalem, Tepi Barat dan "proses perdamaian."

Film ini juga diterjemahkan ke berbagai bahasa yang menarik jutaan penonton di seluruh dunia. Meskipun faktanya fim ini dilarang dipublikasikan secara resmi tetapi Ayalon tetap mengunduhnya ke Youtube. [int]

Monday, January 28, 2013

Rezim Bangladesh Kembali Memerangi Islam


Rezim sekuler Bangladesh kembali melakukan tindakan bengisnya dalam memerangi Islam dan kaum Muslim. Sebagaimana dilaporkan Daily Sun, para anggota Batalyon Aksi Cepat (RAB) menangkap enam para pemuda kampus pengemban dakwah anggota dari Hizbut Tahrir pada Jumat sore.

Mereka yang ditangkap oleh pasukan keamanan sekuler Bangladesh diantaranya Mohidul Alam, 23, Lokman Goni Tushar, 23, Shahidul Islam Jewel, 19, Gazi Shamsul Alam Jiku, 25, Imdadul Islam, 23, dan Hafez Abdur Rahim, 53. 

Lima diantara mereka merupakan mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan yang berbeda, termasuk mahasiswa universitas swasta, kata Petugas Staf RAB-7. 


Wakil Direktur RAB-7 Komandan Skuadron Nazlum Hasan mengatakan mereka berusaha untuk melacak beberapa anggota Hizbut Tahrir selama dua bulan terakhir. 


"Berdasarkan informasi, kami menggerebek rumah yang berbeda di daerah Muradpur dan Nasirabad 14.00 - 17.00 pada hari Jumat dan menangkap enam orang bersama leaflet anti pemerintah dan buku-buku jihad," kata Nazmul. 


Cerita-cerita yang sama yang dibuat pihak keamanan untuk melegalkan kejahatan mereka dalam menangkap para aktivis dakwah Islam. 


Media juga melaporkan beberapa buku undangan Islami Chhatra Shibir juga disita dari mereka. Hubungan antara Shibir dan penangkapan para pemuda Hizbut Tahrir itu tengah diselidiki, katanya menambahkan. 


Para pemuda pengemban dakwah yang gencar menyeru umat untuk bersatu di bawah Khilafah itu dibawa ke tahanan RAB untuk diintograsi. 


Hizbut Tahrir di Bangladesh termasuk kelompok dakwah yang sangat aktif dan dekat dengan masyarakat. Mereka dengan berani mengungkap makar para penguasa rezim yang bersekongkol dengan Amerika Serikat. 


Akhir Desember lalu Hizbut Tahrir bersama umat menegaskan penolakan mereka terhadap sistem pemerintah Hasina-Khaleda serta rakyat menolak sistem demokrasi. Peluru tidak akan menyelamatkan mereka, dan kaum Muslim menuntut sistem pemerintah Khilafah. 


Sebagaimana dilaporkan, pemerintah Hasina memerintahakn polisi untuk menembakkan peluru karet di mana seorang terluka dan menangkap puluhan umat Islam untuk membubarkan kerumunan massa yang menghadiri aksi beberapa hari yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir di depan National Press Club, Dhaka. 


"Kami, di Hizbut Tahrir, membuat jelas bahwa rezim tidak akan berhasil, agaknya tekad rakyat akan semakin kuat dan mereka akan meningkatkan upaya mereka untuk menjatuhkan rezim ini dengan bantuan Allah Swt. Dan Negara Khilafah akan segera didirikan kembali dan akan menghukum penjaga rezim ini dengan hukuman yang patut," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kantor Media Hizbut Tahrir di Bangladesh beberapa waktu lalu. 


Ketegaran para pemuda dalam membela umat serta mengungkap makar para peguasa yang bersekongkol dengan para penjajah membuat ketakutan pihak penguasa. Itulah mengapa, para pemuda pengemban dakwah Hizbut Tahrir di Bangladesh seringkali menjadi target penangkapan pihak keamanan.

Namun, berbagai upaya untuk mengehntikan dakwah Islam tersebut tidak membuat dakwah serta seruan penegakkan Khilafah berhenti, melainkan semakin meningkat hingga kemenangan datang. Insya Allah, ketika Khilafah tegak dalam waktu yang semakin mendekat! [m/dailysun/khilafat.org/syabab.com]