Live Streaming Muktamar Khilafah 2013 Jakarta

Saksikan Live Streaming Muktamar Khilafah 2 Juni 2013 Gelora Bung Karno, Jakarta

Aksi Rampak Bedug Muktamar Khilafah Sumut 26/5

Semarak Aksi Rampak Bedug Muktamar Khilafah Sumut 26/5/13. Dukungan kaum muslimin semakin besar terhadap tegaknya Khilafah

Dukungan Warga Medan Terhadap Syariah dan Khilafah

Stadion Teladan 26 Juni 2013 Menjadi saksi Dukungan Warga Medan Terhadap Syariah dan Khilafah

Jejak Syariah dan Khilafah di Sumatera

Gema syariah dan khilafah di Nusantara kian nyaring terdengar. Bahkan menurut sebuah harian Ibukota, diberitakan bahwa beberapa waktu lalu digelar debat terbuka di kampus Unpad Bandung bertemakan penerapan syariat Islam dengan pembicara dari Tokoh Islam, M. Ismail Yusanto dan fungsionaris Parpol Nasrani, Pdt Ruyandi Hutasoit.

Halqah Islam dan Peradaban

Pengamant Politik USU : Umat Islam harus pilih Ideologi Islam

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Tuesday, May 14, 2013

Silaturrahmi HTI Medan Johor dengan jamaah masjid Nurul Falah Eka Rasmi

 
Minggu, 13 Mei 2013 HTI DPC Medan Johor kembali mengadakan roadshow sillaturahmi ke masjid-masjid. Pada kesempatan ini HTI DPC Medan Johor melakukan silaturahmi sekaligus sosialisasi Muktamar Khilafah di masjid Nurul Falah yang terletak di Jl. Eka Rasmi, Medan Johor.
Acara yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit dimulai setelah sholat maghrib pukul 19.00 WIB hingga 19.45 WIB (menjelang isya). Ustd. Fatahillah selaku pembicara pada kesempatan kali ini menyampaikan tentang kondisi umat muslim di Suriah. Di awal pembukaan beliau menayangkan sebuah video yang menggambarkan kondisi umat Islam yang berada di Suriah yang sangat menderita dan menyedihkan karena dibantai oleh pemimpinnya sendiri yang diktator. "Kita dapat melihat bagaimana nasib mereka ketika tidak ada lagi yang bisa menolong mereka" ungkap Ustd. Fatahillah.

Ustd. Fatahillah juga menyampaikan bahwa saudara-saudara kita disana (Suriah) sangat membutuhkan Khilafah untuk dapat menolong mereka."Yang mereka inginkan saat ini hanyalah Khilafah. Karena hanya dengan Khilafah yang bisa menolong mereka saat ini" tegasnya.

Para jamaah yang ikut dalam kajian ini begitu semangat dan antusias. Bahkan suasana semakin seru ketika terjadi dialog (tanya jawab) dengan beberapa orang jamaah.

Dalam suasana gelap karena listrik padam, salah seorang jamaah bertanya kapan dan dimana Hizbut Tahrir didirikan. Dijawab bahwa Hizbut Tahrir berdiri sejak tahun 1953 di Palestina. Jadi hingga saat ini Hizbut Tahrir sudah berjuang selama 60 tahun dan Insya Allah sebentar lagi akan menuai hasil perjuangannya yaitu dengan tegaknya Syariah dan Khilafah. Untuk itu butuh dukungan seluruh kaum muslimin untuk turut memperjuangkannya dan tidak boleh hanya sekedar menonton perjuangan Hizbut Tahrir.

Di akhir diskusi dan sebelum penutup Ustd. Fatahillah kembali mengingatkan kepada para jamaah yang hadir agar bersama-sama berjuang untuk menegakkan syariah dan khilafah. Beliau juga tidak lupa mengajak para jamaah untuk dapat ikut serta dalam Muktamar Khilafah yang akan diselenggarakan oleh HTI pada tanggal 26 Mei 2013 mendatang. Ajakan ini pun mendapat sambutan hangat dari para jamaah dan keinginan mereka untuk hadir dalam Muktamar Khilafah. [] YG


Wednesday, March 27, 2013

Ormas Islam Sumatera Utara Menolak RUU Ormas yang Zalim

Sekitar 2 ribu massa Ormas Islam Sumatera Utara melakukan aksi demo menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Organisasi Masyarakat di Kantor DPRD I Sumatera Utara Rabu (27/3/2013). Mereka mendesak pemerintah dan DPR untuk menghentikan pembahasan RUU Ormas karena merupakan kezaliman.

Massa Ormas Islam berasal dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Pelajar Islam Indonesia (PII), Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI) dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).

Massa bergerak dari Lapangan Merdeka Medan pukul 09.00 wib. Selanjutnya massa longmarch dengan tertib menuju gedung DPRD I Sumut Sumatera Utara. Di depan gerbang masuk kantor DPRD I Sumut massa dihadang aparat kepolisian yang menutup pintu gerbang kantor DPRD. Setelah melalui dialog akhirnya pihak kepolisian membuka pintu gerbang dan mengijinkan massa masuk ke dalam kompleks gedung DPRD.

Dalam aksinya, massa menyatakan RUU Ormas merupakan bentuk kemunduran dari pemerintah Indonesia, karena jauh dari semangat reformasi dan tak ubahnya ingin mengembalikan zaman Orde Baru.

“Kami pernah menjadi korban azas tunggal pada masa Orde Baru, dan kami konsisten menolak azas tunggal” pekik Ketua PII Sumut, Sofian.

Mhd. Darul Yusuf dari DPD FPI Sumut menyatakan kesiapannya untuk membela sepenuhnya syariat Islam dan menolak RUU Ormas yang zalim.

Ustad Fatih Al Malawi dari DPD HTI Sumut menyatakan RUU Ormas adalah pesanan orang-orang yang gerah dengan aktifitas amar ma'ruf nahi munkar yang selama ini dilakukan Ormas Islam.

Odink Affandi Humas HTI Sumut menyatakan kekecewaannya dengan ketidakhadiran anggota DPRD Sumut dalam menyambut massa Ormas Islam yang menyampaikan aspirasinya karena sedang reses. “Ingatlah bahwa Allah swt. tidak pernah reses dalam mengurusi kalian” tegas Odink.

Aksi ditutup dengan pernyataan sikap Ormas Islam Sumut menolak RUU Ormas yang dibacakan oleh Odink.

Para peserta aksi membubarkan diri dengan tertib menuju Lapangan Merdeka  Medan dengan meneriakkan yel-yel ‘Laa ilaa ha illallah-Muhammadarrasulullah-Khilafah janji Allah [fatah]



  


Tuesday, March 19, 2013

Diskusi Publik Islam Vs Demokrasi Kota Padang Sidempuan

“Kita haram menerapkan demokrasi karena dalam demokrasi, kedaulatan di tangan rakayat dan menjadikan manusia sebagai sumber hukum. Sementara, dalam Islam hak untuk membuat hukum hanyalah Allah SWT” papar Muhammad Yusran Ramli , DPD I HTI Sumut dalam Diskusi Publik Islam VS Demokrasi. Acara yang berlangsung di Aula Islamic Centre komplek Masjid Raya Kota Padang Sidempuan ini berlangsung cukup meriah. Acara dibuka denggan Sambutan Ketua DPD II HTI Kota Padang Sidempuan, Ust Abu Umar dan dipandu moderator Ust. Syarifuddin.

Sebanyak 70 orang peserta yang berasal dari kota Padang Sidempuan, Panyabungan dan Sibolga Sumatera Utara memenuhi Aula gedung yang juga dipakai sebagai kantor MUI Kabupaten Tapanuli Selatan. Lebih lanjut, pembicara menjelaskan beberapa bahaya demokrasi dengan prinsip kebebasannya. Kebebasan beragama yang dijajakan demokrasi telah melegalkan terjadinya penyebaran aliran sesat. Sementara dibalik kebebasan kepemilikan (freedom of ownership), tersimpan bahaya penjajahan gaya baru di negeri ini. Kekayaan sumber daya alam seperti tambang emas yang ada di Sumut, akhirnya jatuh ke tangan asing dengan dalih kebebasan kepemilikan. Meski Sumatera Utara memiliki kekayaan alam yang cukup berlimpah mulai dari emas, panas bumi, sumber air (PLTA), namun tidak dapat dinikmati secara langsung oleh rakyat. Sistem demokrasi telah menyengsarakan rakyat di negeri ini. Oleh Karena itu sudah saatnya system demokrasi dicampakkan dan diganti dengan system Islam di bawah naungan Khilafah. []

Saturday, March 9, 2013

Remaja Islam Tembung Percut Sei Tuan Siap Menjadi Pembela Islam

Puluhan remaja mengikuti acara Traning Remaja Islam di Masjid Istiqomah Jl.Pancasila Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan. Peserta datang dari berbagai utusan remaja masjid Tembung dan sekitarnya untuk mengikuti acara dengan tema “Menjadi  Pembela Islam”. Acara Traning dibuka oleh Host Muda Syahri tepatnya Pukul 9:15 dengan penuh semangat membangkitkan peserta dalam mengikuti traning tersebut.

Sementara  sambutan  hangat dari ketua panitia ust Muhammad Ali Rukun ST, S.Pdi juga ikut menambah  semangat peserta dimana ust muda ini juga menjelaskan tentang pentingnya menjadi seorang pembela Islam  dengan  melihat kondisi generasi saat ini yang semakin jauh dari Islam apalagi setelah runtuhnya Institusi Islam Khilafah Islamiyah  Maret 1924 di Turki. Dan tepatnya hari ini 3 Maret 2013 genap 89 Tahun umat Islam hidup tanpa pemimpin (Khalifah) dan diatur dengan aturan bukan Islam dalam kehidupan.

Traning Remaja Islam ini diisi oleh Trainer muda Ust Saiman Arrasyid dengan semangat yang berapi-api sehingga membuat para peserta semangat mengikuti acara yang diakan oleh Hizbut Tahrir Percut Sei Tuan ini. Acaranya dibagi menjadi 2 Sesi, Sesi I dengan materi “The Power of Youth” dan Sesi II dengan materi “ Sang Penakluk”. Pada Materi I Traner Ust Saiman yang juga mantan Ketua Lembaga Dakwah Kampus ITM (Institut Teknologi Medan) ini menjelaskan tentang kondisi rusaknya generasi muda saat ini dengan berbagai kasus kemaksiatan mulai dari masalah tawuran narkoba, aborsi, prostitusi dan lainnya masih menyelimuti kalangan remaja dengan menampilkan berbagai video kerusakan tersebut pada peserta. Kemudian beliau juga menjelaskan solusi atas problematika remaja ini adalah harus kembali pada Islam terlebih-lebih menjadi seorang pembela Islam dan pejuang sejati.

Selanjutnya Materi kedua “Sang Penakluk” menjelaskan tentang bagaimana perjuangan Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstatinopel. Dimana pada saat itu negeri super power ini sangat sulit ditaklukkan, akan tetapi dengan usaha maksimal, Bisyarah Rasulullah, dan Pertolongan Allah akhirnya Konstatinopel takluk ditangan sultan Muhammad Al-Fatih. Dengan melihat sejarah sang penakluk peserta diajak untuk mengikuti jejak beliau dengan sebuah npertanyaan “siapa lagi kalau bukan kita?”. Kemudian acara ditutup dengan komitmen bersama menjadi pembela islam dan siap mengaji bersama Hizbut Tahrir Percut Sei Tuan dan membacakan do’a bersama untuk mendapatkan Ridho Allah dan pertolongan Allah. (Abu Khalisah)


Tuesday, February 5, 2013

Mega Training Inspiring Love for Teacher

Para bapak ibu guru yang hebat

Realitas menunjukkan bahwa pendidikan kita hari ini dihadapkan pada masalah besar.  Berbagai data dan survey menunjukkan bahwa kondisi anak didik kita hari ini berada dalam titik nadir. Menurut hasil survey penyalahgunaan narkoba, akses media porno, tawuran, geng motor, seks bebas, aborsi dan prostitusi didominasi oleh anak usia sekolah. 50 – 60 persen pengguna narkoba di Indonesia adalah kalangan pelajar dan mahasiswa (BNN).

Menurut survey (KOMNAS-PA) 93,7 persen siswa SMP dan SMA pernah melakukan ciuman, 62,7 persen siswi SMP tidak perawan.  21,2 persen remaja SMP mengaku pernah aborsi, dan 97 persen remaja SMP dan SMA pernah melihat film forno.

Tahun 2012  terjadi 139 tawuran di wilayah Jakarta. Sebanyak 12 kasus menyebabkan kematian. Kasus geng motor juga pelakunya didominasi oleh pelajar.

Melihat fakta-fakta diatas tentu sebagai pendidik kita akan merasa miris. Yang menjadi pertanyaan besarnya adalah sebagai pendidik apa yang harus kita lakukan agar anak-anak didik kita bisa terhindar dari permasalahan diatas?

Lembaga Dakwah Sekolah Hizbut Tahrir Indonesia mempersembahkan sebuah event akbar  yang dedikasikan special untuk para guru dan calon guru, Training Akbar Nasional “Inspiring Love for Teacher”.

Sebuah event yang akan mengupas tuntas bagaimana menjadi “guru yang memukau dan menginspirasi”. Menghadirkan Sang Inspirator Cinta Dr. MR. Kurnia beliau adalah Dosen S2 IPB, Penulis Buku Best Seller Inspiring of love dan DPP HTI. Beliau telah memberikan inspirasi kepada ribuan guru di seluruh Indonesia.

Dalam acara ini bapak dan ibu akan belajar :
Ø  Menjadi sosok guru yang menginpirasi anak didik anda.
Ø  Strategi mendidik generasi yang akan meraih sukses dunia dan akhirat.
Ø  Strategi memahami karakter anak didik anda.
Ø  Strategi menjadi guru yang profesional dalam membentuk pribadi yang unggul, berkarakter dan memiliki  nilai ruhiyah.

Acara diadakan di Aula Martabe Kantor GUBSU Jl. Diponegoro tanggal 24 Februari pkl. 08-12.30 Wib. Tiket hanya 30 ribu, mahasiswa 20 rb.
Acara ini akan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan SUMUT*.

Daftarkan diri Anda dan bergabunglah dengan ribuan guru diseluruh Indonesia yang telah merasakan manfaat luar biasa dari training ini.

Fasilitas doorprice, sertifikat nasional, snack.

CP : 0897 2871 179.
* Dalam konfirmasi.

Monday, February 4, 2013

Silaturrahmi HTI dengan MW KAHMI Sumut

Senin, 28 Januari 2013, DPD HTI Sumut menerima kunjungan bernuansa ukhuwah dari Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumut. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Husni Nasution selaku Ketua Harian Kolektif MW KAHMI Sumut dan didampingi jajaran pengurus harian lainnya.  Maksud kunjungan adalah untuk menyatukan langkah ummat Islam dalam meraih kemenangan khususnya dalam perebutan kursi kepala daerah atau pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu). Walaupun tidak dalam rangka mendukung salah satu calon gubernur namun paling tidak ummat Islam memiliki sikap dan kriteria yang sama dalam memilih pemimpin, papar beliau.

Menanggapi harapan dari KAHMI Sumut tersebut, Irwan Said Batubara, Ketua DPD HTI Sumut mengungkapkan tentang visi dan misi HTI Sumut yang merupakan bagian integral dari HT. HTI adalah organisasi politik yang bercita-cita mewujudkan perubahan besar ummat Islam dalam bingkai institusi politik bernama Khilafah. Perubahan besar ini memang berkaitan dengan kepemimpinan ummat yang tentu saja memiliki kriteria syar’i (Muslim, Pria, Baligh, Berakal, Adil, Mampu, Merdeka).  Hanya saja, dalam proses pemilihan kepala daerah, HTI akan tetap konsisten dengan kriteria syar’i dengan substansi kepala daerah penegak syariah. Kriteria atau syarat syar’i ini menjadi panduan bagi kader HTI dalam menyikapi pemilihan kepada daerah.

Senada dengan Irwan Said, Ustd. Azwir Ibnu Aziz menyampaikan bahwa HTI Sumut tidak menginstruksikan kepada Anggotanya agar memilih atau tidak memilih salah satu calon dalam Pilgubsu. Dalam pembinaan, anggota HTI dipahamkan tentang wajibnya mengangkat seorang Khalifah yang akan memimpin kaum muslimin dan menerapkan syariah. Khalifah itu nantinya yang akan mengangkat seorang Wali atau Gubernur untuk memimpin rakyat di daerah.

Konklusi dari diskusi tersebut adalah diperlukan langkah yang lebih sinergis untuk menuju kemenangan ummat Islam dalam meraih kepemimpinan ummat. Di akhir kunjungan, HTI Sumut memberikan souvenir berupa media dakwah HTI kepada MW KAHMI Sumut.

Kunjungan berlangsung dengan suasana hangat dan kekeluargaan. Turut hadir dari HTI Sumut Ustd. Musa (Ketua DPD II HTI Medan), Ustd. Wirman Abu Syauqi (Laznah Fa’aliyah), Ustd. Kholid (Laznah I’lamiyah) dan Ustd. Syaiful Rahman (Laznah Fa’aliyah). Semoga melalui kunjungan ini umat Islam dapat mencapai kemenangan yang hakiki yaitu tegaknya syariah dan khilafah. (sofyan)

Sunday, January 27, 2013

Diskusi Terbatas HTI Binjai Bersama Ulama Penuh Antusias


“Saya secara pribadi mendukung sepenuhnya perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah ini!” begitulah semangat yang dikemukakan oleh Ustd Asmuri Hafiz, salah seorang peserta yang hadir dalam Dauroh Dirosah Islamiyyah yang diselenggarakan Ahad, 27 Jan 2013 di Aula MUI Kota Binjai.
Semangat dan antusias yang sama ditunjukkan oleh para peserta lainnya yang juga dengan seksama mengikuti materi yang dibawakan Ustd Musdar Syaban yang kali ini mengangkat tema “Khilafah, Model Negara Terbaik dan Mensejahterakan”.

Dalam pemaparannya, Ustd Musdar menjelaskan bahwa kondisi umat Islam saat ini penuh dengan keterpurukan di berbagai aspek kehidupan, mulai dari sisi sosial budaya sampai ekonomi. Kasus-kasus yang kita bisa lihat ada di bebagai media massa seperti tawuran pelajar, peredaran miras dan narkoba, pengadilan yang tebang pilih, tingkat korupsi yang semakin parah (bahkan juga merambah ke Departemen Agama) seperti yang disampaikan Ustd Amran, peserta daurah yang berasal dari Dept Agama, sampai yang terbaru bencana banjir di berbagai daerah yang sebenarnya juga sudah terjadi berulang kali. Semua kondisi ini berawal dari diterapkannya sistem buatan manusia dalam mengatur kehidupan dan mencampakkan aturan-aturan Islam yang sudah dijanjikan Allah sebagai rahmat bagi sekalian alam.

Acara semakin hangat ketika diskusi berlangsung mengenai bagaimana metode menerapkan Khilafah dan bagaimana Khilafah bisa menjamin kesejahteraan para warganya, baik Muslim maupun non Muslim. Menjelang Zuhur, acara pun berakhir yang disertai komitmen bersama para ulama dan tokoh untuk mendukung penuh perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah, yang Insya Allah tidak akan lama lagi.

Thursday, January 24, 2013

Training Remaja Masjid Binjai - The Power of Youth

Remaja Binjai Menuju Khilafah

The Power of Youth, itulah yang menjadi pokok tema pembahasan dari teman-teman yang bergabung dalam Ikatan Remaja Mesjid Al Hidayah Binjai. Bertepatan dengan pembaharuan kepengurusan struktur Remaja Mesjid, teman-teman ini dengan antusias dan semangat mengikuti materi yang disampaikan langsung oleh Sayf Muhammad Isa, seorang novelis Islam ideologis yang sudah lama berkecimpung dalam dunia remaja melalui tabloid DRise.

Acara yang dimulai jam 10 pagi ini mengulas tentang segala hal yang berkaitan dengan dunia remaja saat ini, mulai dari narkoba, pacaran dan seks bebas, tawuran, generasi alay sampai kepada wabah demam Korea yang sekarang sedang ngetrend di kalangan remaja. Dengan gaya nya yang lugas dan interaktif, Kang Isa –begitu ia biasa dipanggil- memaparkan dan menayangkan beberapa video terkait dengan materi yang disampaikan, sekaligus juga menegaskan bahwa generasi muda Islam mempunyai potensi yang luar biasa, seperti yang telah dicontohkan dalam diri Muhammad Al Fatih, sosok pejuang Islam yang berhasil mewujudkan bisyarah Rasulullah saw pada usia belia.

Di akhir acara, teman-teman Remaja Mesjid al Hidayah berkomitmen untuk menjadi generasi muda yang senantiasa mengkaji dan mengemban Islam dan disambut baik pula oleh pengurus Badan Kepengurusan Mesjid al Hidayah, yang diwakili oleh Bapak Nuryanto, Spd dan Ust. Imron selaku tokoh masyarakat. Acara kemudian ditutup dengan doa dan sholat Zuhur berjamaah. (Nain-Binjai)