Live Streaming Muktamar Khilafah 2013 Jakarta

Saksikan Live Streaming Muktamar Khilafah 2 Juni 2013 Gelora Bung Karno, Jakarta

Aksi Rampak Bedug Muktamar Khilafah Sumut 26/5

Semarak Aksi Rampak Bedug Muktamar Khilafah Sumut 26/5/13. Dukungan kaum muslimin semakin besar terhadap tegaknya Khilafah

Dukungan Warga Medan Terhadap Syariah dan Khilafah

Stadion Teladan 26 Juni 2013 Menjadi saksi Dukungan Warga Medan Terhadap Syariah dan Khilafah

Jejak Syariah dan Khilafah di Sumatera

Gema syariah dan khilafah di Nusantara kian nyaring terdengar. Bahkan menurut sebuah harian Ibukota, diberitakan bahwa beberapa waktu lalu digelar debat terbuka di kampus Unpad Bandung bertemakan penerapan syariat Islam dengan pembicara dari Tokoh Islam, M. Ismail Yusanto dan fungsionaris Parpol Nasrani, Pdt Ruyandi Hutasoit.

Halqah Islam dan Peradaban

Pengamant Politik USU : Umat Islam harus pilih Ideologi Islam

Tuesday, April 23, 2013

Inna lillah, dalam sehari rezim Nushairiyah Suriah membantai 557 warga muslim


DAMASKUS (Arrahmah.com) – Local Coordination Committees (LCC) Suriah melaporkan sepanjang hari Ahad (21/4/2013), warga sipil muslim yang gugur oleh bombardir keji pasukan rezim Nushairiyah Suriah berjumlah 557 warga. Di antara korban terdapat puluhan wanita dan anak-anak, laporan kantor berita Ugarit News.

Korban terbanyak berada di propinsi Damaskus dan pinggiran Damaskus, yaitu 479 warga. Sebagian besar mereka dibantai secara keji oleh pasukan rezim Nushairiyah Suriah di kota Jadid Artouz. Sementara itu pesawat tempur, helikopter tempur, tank dan meriam rezim Suriah terus membombardir desa-desa dan kota-kota di kedua propinsi tersebut guna menghambar pergerakan maju mujahidin Islam dan mujahidin FSA.

Di propinsi Idlib, bombardir massif pasukan rezim Suriah menewaskan sedikitnya 21 warga sipil muslim. Sebanyak 14 warga tersebut adalah para siswa dan guru sebuah sekolah di desa Maghara. Mereka gugur saat pesawat rezim merudal sekolah mereka. Sekolah-sekolah yang melangsukan kegiatan belajar-mengajar pun menjadi sasaran bom-bom rezim Suriah.

Di Aleppo, sedikitnya 20 warga sipil muslim gugur oleh serangan militer rezim Suriah. Di propinsi Homs, sedikitnya 14 warga sipil muslim dilaporkan gugur. Di Dara’a, sedikitnya 12 warga sipil muslim dilaporkan gugur. Sementara itu 6 warga dilaporkan gugur di Deir Ezzor dan 5 warga lainnya gugur di Hamah. (muhibalmajdi/arrahmah.com)

Monday, April 22, 2013

Dari Desa Bandar Khalifah Menuju Muktamar Khilafah

Menjelang Muktamar Khilafah Sumut yang akan diadakan di Stadion Teladan Medan 26 Mei 2013 Sosialisasi Event Akbar tersebut terus dilakukan diberbagai kota hingga ke desa-desa. Bulan ini   DPC HTI Percut Sei Tuan atau  yang biasa disebut wilayah Tembung  telah melaksanakan sosialisasi Muktamar Khilafah  di berbagai Desa khususnya  di Masjid-Masjid yang ada di Kecamatan tersebut seperti Masjid Al-Fajar, Nurul Iman (Desa Laut Dendang), Masjid Nurul Huda (Desa Bandar Setia) Masjid Al-Malik (Desa Kampung Kolam), Masjid Darul Haq, Nurul Aman, Baiturrahman (Bandar Khalifah) hingga ke berbagai organisasi remaja masjid lainnya  yang ada di wilayah tersebut.

Sosialisasi acara Muktamar Khilafah tersebut menarik perhatian masyarakat yang banyak bertanya tentang apa yang terjadi nanti di bulan Mei. Maka dalam hal ini HTI Percut Sei Tuan menyajikan berbagai informasi dan tayangan multimedia di hadapan jamaah masjid. Mulai dari teaser  Muktamar Khilafah, Profil Hizbut-Tahrir dan tayangan kondisi umat yang ada dibelahan dunia serta berbagai slide lainnya. Momen pertemuan itu juga sekaligus menjalin silaturahmi HTI Percut Sei Tuan dengan masyarakat sekitarnya dan meningkatkan pemahaman Islam dengan memberikan berbagai materi kajian Islam terhadap masyarakat yg diisi oleh beberala ust yg masih muda-muda dari Hizbut-Tahrir Percut Sei Tuan. Berbagai acara tersebut dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Magrib dan Isya dikarenakan pada siang harinya banyak warga yang bekerja mencari nafkah.
Tepatnya di Desa Bandar Khalifah masyarakatnya antusias dalam mengikuti acara Durusul masajid tersebut yg sudah dilakukan di berbagai masjidnya seperti Masjid Darul Haq, Nurul Aman dan Baiturrahman sehingga berharap umat harus  benar-benar  punya sosok khalifah  dengan sistem Khilafah untuk melindungi dan menyejahterakan umat. Dan masyarakat juga sempat bertanya siapakah sosok calon khalifah yang ditawarkan oleh  Hizbut-Tahrir. Pemateri menjawab bahwa mendirikan khilafah adalah kewajiban seluruh kaum muslimin, siapa saja boleh menjadi calon khalifah asal memenuhi syarat sesuai dengan Islam. Dan InsyaAllah khilafah akan tegak  kembali karena hal ini juga merupakan janji Allah SWT sebagaiman yang difirmankanNya dalam Qur’an dan begitu juga tertuang dalam hadits. Demikian jawaban ust Syaiful Rahman SH.I dari Lajnah Ulama Hizbut-Tahrir di Masjid Baiturahman (19/4) hingga berbagai diskusi lainnya juga dilaksanakan dengan baik. Dan diberbagai akhir acara selalu ditegaskan bahwa syariat Islam dalam bingkai khilafah harus terus diwujudkan dan kepada jamaah agar kiranya dapat hadir pada acara Muktamar Khilafah yang akan diadakan di Stadion Teladan Medan 26 Mei 2013 mendatang.[Ali Abu Khalishah]




Wednesday, April 10, 2013

HTI Sumut Kembali Turun Ke Jalan Tolak RUU Ormas

HTI Press, Medan. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumut kembali turun ke jalan, menolak dengan keras Rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Massa (RUU Ormas). Bersama Ormas-Ormas Islam dari Parmusi, MMI, FPI, PII, dan Gema Pembebasan, HTI Sumut melakukan longmarch mulai dari Lapangan Merdeka Medan menuju Gedung DPRD Sumut, Senin (08/04).

Setibanya di Gedung anggota dewan, massa dihadang oleh puluhan aparat. Awalnya massa menggelar aksi diluar pagar Gedung Anggota Dewan, namun akhirnya diijinkan masuk oleh kepolisian.

Orator pertama, Ustadz Yulnaidi dari Parmusi menyampaikan tentang motivasi aksi ini, yaitu keridhoan Alloh serta peringatan kepada pemerintah dan anggota dewan agar takut kepada azab Allah swt.

Ustadz Musa dari DPD HTI Sumut menambahkan “Wahai penguasa zalim yang akan mensahkan RUU Ormas, ingatlah Anda akan kehancuran Fir'aun, Qaddafi dan penguasa-penguasa jahat lainnya yang menzalimi rakyatnya", pekik Musa.

Sofyan Ketua PII Sumut menyampaikan bahwa PII pernah merasakan pahitnya pemaksaan azas tunggal atas mereka. "Kami menolak RUU Ormas karena banyak anggota dewan yang tidak mampu mengatur pemerintahan ini dan masih banyak lagi persoalan lain lebih urgen yang perlu diurusi" terang Sofyan.

Fadli Ketua DPD HTI Deli Serdang menyatakan RUU Ormas akan membedakan mana yang haq dengan yang batil. "Wahai penguasa, takutlah Anda akan do'a orang-orang yang terzalimi akibat Anda mensahkan RUU Ormas ini", pekik Fadli.

Ir H Kamaluddin Harahap Wakil Ketua DPRD Sumut yang menerima aksi Ormas Islam menyatakan ketidaksetujuannya dengan pembahasan RUU Ormas di DPR pusat. "Kami akan segera mengirimkan utusan ke Jakarta untuk menolak langsung RUU Ormas ini" janji beliau.

Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan oleh Ketua DPD I HTI Sumut Irwan Said, HTI bersama para tokoh Ormas Islam menyatakan penolakannya terhadap RUU Ormas karena akan membungkam suara kritis masyarakat terhadap pemerintah. Sesungguhnya ancaman terbesar bagi Bangsa Indonesia adalah ideologi sekulerisme, kapitalisme, dan imperialisme modern yang mencengkeram kita selama ini. HTI juga menyerukan kepada umat untuk sungguh-sungguh berjuang bersama bagi tegaknya syariah dan khilafah. [] Fatah

Thursday, March 28, 2013

Wednesday, March 27, 2013

Ormas Islam Sumatera Utara Menolak RUU Ormas yang Zalim

Sekitar 2 ribu massa Ormas Islam Sumatera Utara melakukan aksi demo menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Organisasi Masyarakat di Kantor DPRD I Sumatera Utara Rabu (27/3/2013). Mereka mendesak pemerintah dan DPR untuk menghentikan pembahasan RUU Ormas karena merupakan kezaliman.

Massa Ormas Islam berasal dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Pelajar Islam Indonesia (PII), Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI) dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).

Massa bergerak dari Lapangan Merdeka Medan pukul 09.00 wib. Selanjutnya massa longmarch dengan tertib menuju gedung DPRD I Sumut Sumatera Utara. Di depan gerbang masuk kantor DPRD I Sumut massa dihadang aparat kepolisian yang menutup pintu gerbang kantor DPRD. Setelah melalui dialog akhirnya pihak kepolisian membuka pintu gerbang dan mengijinkan massa masuk ke dalam kompleks gedung DPRD.

Dalam aksinya, massa menyatakan RUU Ormas merupakan bentuk kemunduran dari pemerintah Indonesia, karena jauh dari semangat reformasi dan tak ubahnya ingin mengembalikan zaman Orde Baru.

“Kami pernah menjadi korban azas tunggal pada masa Orde Baru, dan kami konsisten menolak azas tunggal” pekik Ketua PII Sumut, Sofian.

Mhd. Darul Yusuf dari DPD FPI Sumut menyatakan kesiapannya untuk membela sepenuhnya syariat Islam dan menolak RUU Ormas yang zalim.

Ustad Fatih Al Malawi dari DPD HTI Sumut menyatakan RUU Ormas adalah pesanan orang-orang yang gerah dengan aktifitas amar ma'ruf nahi munkar yang selama ini dilakukan Ormas Islam.

Odink Affandi Humas HTI Sumut menyatakan kekecewaannya dengan ketidakhadiran anggota DPRD Sumut dalam menyambut massa Ormas Islam yang menyampaikan aspirasinya karena sedang reses. “Ingatlah bahwa Allah swt. tidak pernah reses dalam mengurusi kalian” tegas Odink.

Aksi ditutup dengan pernyataan sikap Ormas Islam Sumut menolak RUU Ormas yang dibacakan oleh Odink.

Para peserta aksi membubarkan diri dengan tertib menuju Lapangan Merdeka  Medan dengan meneriakkan yel-yel ‘Laa ilaa ha illallah-Muhammadarrasulullah-Khilafah janji Allah [fatah]



  


Muzakarah Ulama Sumatera Utara Menolak RUU Ormas

HTI Press. Ulama Sumatera Utara bersatu Menolak RUU Ormas yang akan melahirkan rezim represif ala Orde Baru. Pernyataan ini terungkap dalam Forum Muzakarah Ulama Sumatera Utara di Pondok Pesantren Raudhatul Hasanah Medan (Selasa, 26/3/2013).

Para Ulama Kota Medan ini juga meminta pemerintah dan DPR untuk segera menghentikan pembahasan RUU Ormas karena bukan sekedar diskriminasi tapi sudah merupakan kezaliman.

Ustadz Yulnaidi dari Parmusi Sumut menyatakan RUU Ormas ini merupakan pesanan dari para Kapitalis-Liberal dan para Koruptor yg terganggu dengan aktifitas amar ma’ruf nahi munkar dari Ormas Islam. “Kita tidak boleh berhenti menyampaikan Islam” pekik beliau.

Sofyan Ketua Umum PII Sumut menyatakan Kami konsisten menolak azas tunggal, kami menolak RUU Ormas.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Direktur PP Raudhatul Hasanah Ustadz Sholihin, dan Ustadz Salman dari DPD II HTI Johor.

Acara berakhir pukul 23.00 wib ditutup dengan aksi Penandatangan Sikap Para Ulama, Dai dan Tokoh Masyarakat Sumatera Utara Menolak RUU Ormas yang zalim.[] fatah












Monday, March 25, 2013

Waspadai Rezim Represif Berkedok Pancasila

HTI Press. Jakarta- Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto menyatakan  umat harus mewaspadai RUU Ormas sebagai upaya bangkitnya rezim represif berkedok Pancasila. “Umat harus mewaspadai bangkitnya rezim represif ala orde baru yang berkedok ingin menerapkan Pancasila,” tegasnya kepada mediaumat.com, Sabtu (23/3) melalui pesan singkat.

Padahal kenyataannya, beber Ismail, rezim yang ada saat ini justru ingkar pada Pancasila. Lihatlah korupsi yang merajalela; liberalisasi perdagangan, termasuk dalam impor; lahirnya UU yang merugikan rakyat; keberpihakan pemerintah pada korporasi asing seperti terlihat dalam kasus  Blok Mahakam, juga Freeport. Ditambah lagi pembiaran terhadap gerakan separatis; perlindungan terhadap aliran sesat yang menodai agama seperti Ahmadiyah, dll.

“Itu semua bukti sangat telanjang, bagaimana rezim ini telah menyimpang dari nilai-nilai Pancasila!” simpulnya.

Menurut Ismail, pemerintah melakukan semua penyimpangan tersebut lantaran menerapkan liberalisme, sekularisme dan kapitalisme. “Jadi yang harus diwaspadai bukan HTI yang tengah berjuang untuk perbaikan bangsa ini melalui syariah dan penentangannya terhadap liberlisme, sekularisme dan kapitalisme yang jelas-jelas sudah diharamkan oleh fatwa MUI,” tegasnya.

Ismail pun menyebutkan HTI dan Ormas-Ormas Islam lain seperti Perti; Al-Ittihadiyah; Hidayatullah; DDII; Sarekat Islam Indonesia; SIRI, dll, Kamis 21 Maret kemaren telah berkumpul sepakat untuk menolak RUU Ormas. “Karena ini pintu lahirnya rezim represif ala orde baru, diskriminatif dan totaliter,” pungkasnya.[] (mediaumat.com 23/3/2013)