Live Streaming Muktamar Khilafah 2013 Jakarta

Saksikan Live Streaming Muktamar Khilafah 2 Juni 2013 Gelora Bung Karno, Jakarta

Aksi Rampak Bedug Muktamar Khilafah Sumut 26/5

Semarak Aksi Rampak Bedug Muktamar Khilafah Sumut 26/5/13. Dukungan kaum muslimin semakin besar terhadap tegaknya Khilafah

Dukungan Warga Medan Terhadap Syariah dan Khilafah

Stadion Teladan 26 Juni 2013 Menjadi saksi Dukungan Warga Medan Terhadap Syariah dan Khilafah

Jejak Syariah dan Khilafah di Sumatera

Gema syariah dan khilafah di Nusantara kian nyaring terdengar. Bahkan menurut sebuah harian Ibukota, diberitakan bahwa beberapa waktu lalu digelar debat terbuka di kampus Unpad Bandung bertemakan penerapan syariat Islam dengan pembicara dari Tokoh Islam, M. Ismail Yusanto dan fungsionaris Parpol Nasrani, Pdt Ruyandi Hutasoit.

Halqah Islam dan Peradaban

Pengamant Politik USU : Umat Islam harus pilih Ideologi Islam

Showing posts with label Aksi. Show all posts
Showing posts with label Aksi. Show all posts

Tuesday, November 5, 2013

Foto Tarhib Muharram 1435 H HTI Sumut (kamera 2)


Foto Tarhib Muharram 1435 H HTI Sumut (Kamera 1)























Wednesday, May 1, 2013

Memang Benar, Pemerintah Biang Kerok Masalah Perburuhan di Indonesia. Inilah Demokrasi yang menyengsarakan.

Ekonom: Pemerintah Biang Kerok Masalah Perburuhan di Indonesia

Republika/Irfan Abdurrahmat
Unjuk rasa buruh
Unjuk rasa buruh     
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ekonom Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai biang kerok masalah perburuhan di Indonesia adalah pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah.

''Buruh dan pengusaha dibiarkan seolah berhadap-hadapan, padahal sejatinya masalah utama justru ada di pemerintah,''  ujar Dahnil kepada ROL, Rabu (1/5). Menurut dia. ada dua hal yang membuat pemerintah menjadi biang kerok masalah perburuhan di tanah air.

Pertama, kata Dahnil,   pemerintah tak mampu menekan ekonomi biaya tinggi, seperti infrastruktur yang buruk dan pungli yang masih marak. Akibatnya, kata dia,  perusahaan sulit berkembang dan tak mampu memberikan upah yang lebih layak kepada buruh,.

''Padahal apabila ekonomi biaya tinggi bisa ditekan upah tinggi tidak menjadi masalah bagi pengusaha.

Kedua, lanjut Dahnil,  pemerintah tak mampu menjaga stabilitas harga, jaminan ketersediaan layanan kesehatan,  dan pendidikan murah serta layak.  Akibatnya, kata dia, buruh ta pernah bisa hidup sejahtera. ''Upah nominal yang tinggi tidak pararel dengan upah riil yang diterima.''

Menurut Dahnil,  para buruh tak hanya membutuhkan keputusan hari buruh sebagai hari libur. Namun, kata dia, buruh juga membutuhkan , kebijakan ekonomi yang berpihak terhadap kondusivitas ekonomi yang mampu menekan ekonomi biaya tinggi dan menuju kesejahteraan buruh yang riil.

Wednesday, April 10, 2013

HTI Sumut Kembali Turun Ke Jalan Tolak RUU Ormas

HTI Press, Medan. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumut kembali turun ke jalan, menolak dengan keras Rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Massa (RUU Ormas). Bersama Ormas-Ormas Islam dari Parmusi, MMI, FPI, PII, dan Gema Pembebasan, HTI Sumut melakukan longmarch mulai dari Lapangan Merdeka Medan menuju Gedung DPRD Sumut, Senin (08/04).

Setibanya di Gedung anggota dewan, massa dihadang oleh puluhan aparat. Awalnya massa menggelar aksi diluar pagar Gedung Anggota Dewan, namun akhirnya diijinkan masuk oleh kepolisian.

Orator pertama, Ustadz Yulnaidi dari Parmusi menyampaikan tentang motivasi aksi ini, yaitu keridhoan Alloh serta peringatan kepada pemerintah dan anggota dewan agar takut kepada azab Allah swt.

Ustadz Musa dari DPD HTI Sumut menambahkan “Wahai penguasa zalim yang akan mensahkan RUU Ormas, ingatlah Anda akan kehancuran Fir'aun, Qaddafi dan penguasa-penguasa jahat lainnya yang menzalimi rakyatnya", pekik Musa.

Sofyan Ketua PII Sumut menyampaikan bahwa PII pernah merasakan pahitnya pemaksaan azas tunggal atas mereka. "Kami menolak RUU Ormas karena banyak anggota dewan yang tidak mampu mengatur pemerintahan ini dan masih banyak lagi persoalan lain lebih urgen yang perlu diurusi" terang Sofyan.

Fadli Ketua DPD HTI Deli Serdang menyatakan RUU Ormas akan membedakan mana yang haq dengan yang batil. "Wahai penguasa, takutlah Anda akan do'a orang-orang yang terzalimi akibat Anda mensahkan RUU Ormas ini", pekik Fadli.

Ir H Kamaluddin Harahap Wakil Ketua DPRD Sumut yang menerima aksi Ormas Islam menyatakan ketidaksetujuannya dengan pembahasan RUU Ormas di DPR pusat. "Kami akan segera mengirimkan utusan ke Jakarta untuk menolak langsung RUU Ormas ini" janji beliau.

Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan oleh Ketua DPD I HTI Sumut Irwan Said, HTI bersama para tokoh Ormas Islam menyatakan penolakannya terhadap RUU Ormas karena akan membungkam suara kritis masyarakat terhadap pemerintah. Sesungguhnya ancaman terbesar bagi Bangsa Indonesia adalah ideologi sekulerisme, kapitalisme, dan imperialisme modern yang mencengkeram kita selama ini. HTI juga menyerukan kepada umat untuk sungguh-sungguh berjuang bersama bagi tegaknya syariah dan khilafah. [] Fatah