Live Streaming Muktamar Khilafah 2013 Jakarta

Saksikan Live Streaming Muktamar Khilafah 2 Juni 2013 Gelora Bung Karno, Jakarta

Aksi Rampak Bedug Muktamar Khilafah Sumut 26/5

Semarak Aksi Rampak Bedug Muktamar Khilafah Sumut 26/5/13. Dukungan kaum muslimin semakin besar terhadap tegaknya Khilafah

Dukungan Warga Medan Terhadap Syariah dan Khilafah

Stadion Teladan 26 Juni 2013 Menjadi saksi Dukungan Warga Medan Terhadap Syariah dan Khilafah

Jejak Syariah dan Khilafah di Sumatera

Gema syariah dan khilafah di Nusantara kian nyaring terdengar. Bahkan menurut sebuah harian Ibukota, diberitakan bahwa beberapa waktu lalu digelar debat terbuka di kampus Unpad Bandung bertemakan penerapan syariat Islam dengan pembicara dari Tokoh Islam, M. Ismail Yusanto dan fungsionaris Parpol Nasrani, Pdt Ruyandi Hutasoit.

Halqah Islam dan Peradaban

Pengamant Politik USU : Umat Islam harus pilih Ideologi Islam

Showing posts with label PKS. Show all posts
Showing posts with label PKS. Show all posts

Wednesday, May 1, 2013

Cegah Suriah Jatuh ke tangan Pejuang Islam, Amerika dan Rusia Kerahkan Pasukan Dekati Suriah

Kondisi Rezim Assad yang menjelang ajal dan semakin menguatnya pengaruh pejuang Islam Suriah membuat Barat dan sekutunya sangat khawatir. Meskipun tampak bersebrangan, Amerika dan Suriah sepakat untuk mencegah berdirinya Negara Khilafah Islam di Suriah. Karena itu, kedua negara ini mengirim pasukannya mendekati Suriah.

Gelombang pertama dari sebanyak 400 tentara Amerika Serikat mulai tiba di Turki dekat perbatasan Suriah, Jumat (4/1). Mereka adalah bagian dari pasukan AS yang akan mengawaki sistem rudal Patriot. Alasan tipuan yang dipakai Amerika adalah menjaga Turki dari kemungkinan serangan udara dan rudal Suriah.
Semua personel militer AS itu akan didaratkan hingga beberapa hari mendatang di Pangkalan Udara Incirlik di Turki selatan. Menurut juru bicara Pentagon, di Washington, Jumat, rudal Patriot dan peralatan pendukungnya baru akan datang beberapa hari lagi.

Peran Turki sebagai boneka Amerika semakin tampak jelas. Dengan alasan menghadapi ancaman Suriah yang bergolak, Turki sebagai anggota NATO meminta bantuan pasukan NATO. Permintaan bantuan dilakukan terutama setelah beberapa kali terjadi insiden, seperti jatuhnya sejumlah peluru roket dan artileri Suriah di wilayah Turki.

Sikap tegas mujahidin menolak campur tangan Amerika, menolak demokrasi, dan menginginkan negara Islam membuat Amerika sangat khawatir. Setelah berupaya mensolidkan front politik oposisi melalui Aliansi Nasional , Amerika berupaya menyatukan pasukan oposisi Suriah di bawah kontrolnya.

Dalam reorganisasi sayap militer ini, Amerika berupaya menyingkar kelompok mujahidin yang menolak berkompromi dengan Amerika terutama Brigade Jabhat al Nusra dan Ahrar al Sham. Amerika pun menuding pasukan mujahidin Jabhat al Nusra sebagai teroris.

Dalam pertemuan di Turki pada Sabtu (8/12), komando pasukan gabungan oposisi yang baru terbentuk sepakat memilih Brigadir Salim Idris sebagai komandan tertinggi. Idris adalah salah satu perwira militer Suriah yang membelot. Dalam pertemuan ini diklaim dihadiri 500 utusan faksi militer oposisi yang telah memilih 30 anggota Dewan Militer Tertinggi dan satu kepala staf.

Pertemuan yang diadakannya di Turki ini sekaligus menunjukkan pengkhianatan rezim Erdogan , sebagaimana penguasa Qatar, yang menjadi fasilitator pertemuan-pertemuan yang dirancang untuk kepentingan penjajahan Amerika di kawasan ini. Dalam strateginya, Amerika memang menggunakan kaki tangannya di kawasan ini ,yaitu penguasa-penguasa Arab untuk menjalankan kepentingan dan strategi politik luar negerinya.

Sebelumnya, gabungan kelompok Mujahidin Suriah yang berperang langsung melawan rezim bengis Assad menolak Koalisi Nasional untuk Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi, aliansi baru yang dibentuk pada pertemuan di Qatar pada 11 November 2012 lalu.

Rusia Kerahkan Pasukan

Sementara itu Lima kapal perang Rusia yang sarat dengan ratusan tentara sedang menuju Suriah. Alasan tipuan yang digunakan Rusia adalah untuk mencegah pasukan Barat melakukan intervensi di negara yang sedang dilanda perang

Sebagai yang dilansir Sunday Times dengan mengutip para diplomat Rusia, disebutkan kapal-kapal itu untuk mengevakuasi ribuan orang Rusia yang masih ada di Suriah jika situasi di negara itu memaksannya.

Namun, sebuah sumber intelijen Rusia dikutip mengatakan bahwa kehadiran lebih dari 300 marinir di kapal itu dimaksudkan untuk mencegah negara-negara Barat tidak mendaratkan pasukan khusus di negara itu.
“Rusia harus siap atas setiap perkembangan, karena percaya situasi di Suriah mungkin akan mencapai puncaknya sebelum Paskah,” seperti dikutip sumber diplomatik Rusia.

Kapal-kapal itu sedang menuju ke pelabuhan Tartus, di mana Rusia telah mengoperasikan fasilitas angkatan lautnya sejak penandatanganan perjanjian dengan ayah Bashar Assad, Hafez, pada tahun 1971.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kapal-kapal itu sedang mempersiapkan sebuah manuver angkatan laut yang besar yang bertujuan untuk “meningkatkan manajemen, pemeliharaan dan pengujian interaksi angkatan laut.”

The Times mengutip sebuah sumber di Israel yang mengatakan kekuatan Rusia akan mengambil langkah “untuk mempertahankan koridor Alawi yang membentang antara perbatasan Lebanon di selatan hingga perbatasan Turki di utara.”

Sementara itu, Israel menggunakan kekhawatiran senjata kimia jatuh ke tangan Mujahidin sebagai alasan intervensi ke Suriah. Pada akhir Desember terungkap bahwa Netanyahu telah mengadakan pembicaraan rahasia di Yordania mengenai metode yang mungkin untuk menghancurkan senjata kimia Assad, termasuk senjata serangan udara atau serangan darat, namun Amman terlihat enggan melakukannya.

Menurut Jeffrey Goldberg dari The Atlantic, Israel telah dua kali meminta “izin” dari Yordania untuk mengebom Suriah, tapi ditolak. Para pejabat Mossad pergi ke Yordania untuk membahas masalah itu dan dilaporkan bahwa Amman merasa “waktunya tidak tepat.”

The Times of London melaporkan bahwa AS, bersama dengan beberapa negara sekutu kuncinya, siap melancarkan intervensi militer di Suriah jika senjata kimia terhadap jatuh ke tangan para pejuang.

Sebuah sumber militer mengatakan kepada Times bahwa pasukan AS bisa siap bersiaga dengan “cepat, dalam beberapa hari,” dan tersirat bahwa pasukan yang diperlukan sudah berada di wilayah tersebut.

Sikap Amerika dan Suriah yang tampak berbeda dan bersebrangan sebenarnya hanyalah merupakan tipuan belaka. Kedua negara itu pada hakekatnya berusaha mengulur waktu karena hingga saat ini belum mendapatkan rezim pengganti Assad yang tepat dan bisa dikontrol oleh Barat.

Mereka juga berusaha menakuti pejuang Suriah, bahwa kalau negara itu jatuh ke tangan mujahidin, koalisi Amerika, Rusia , plus Israel akan melakukan serangan.

Ancaman yang tidak pernah akan membuat gentar para pejuang Islam yang menyandarkan kemenangan dan pertolongan hanya kepada Allah SWT semata-mata. Para mujahidin dengan dukungan rakyat semakin kokoh untuk menolak intervensi Barat dan tawaran sistem demokrasi. Mereka juga menginginkan tegaknya syariah dan Khilafah.

Di sisi lain, banyak pengamat yang memperkirakan Amerika sebenarnya khawatir untuk intervensi militer langsung ke Suriah. Front perang Irak dan Afghanistan saja sudah merepotkan negara yang terancam bangkrut itu.

Dengan izin Allah segala bentuk makar Amerika dan sekutunya ini akan gagal. Tawaran demokrasi Amerika , insya Allah , tidak akan laku di Suriah. Karena rakyat Suriah menginginkan berdirinya negara Islam, negara Khilafah di sana. Bumi Syam yang diberkahi Allah SWT , sudah dibasahi oleh darah para mujahidin yang syahid. Dengan pertolongan Allah bumi asy Syam tidak akan bisa dikotori oleh para pengkhianat-pengkhianat yang menjadi kaki tangan Amerika !(rz/af)

Thursday, February 21, 2013

Partai Islam Sama Saja: Ngibul,Tidak Bela Kepentingan Rakyat

SOLO – Dengan disetujuinya RUU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme oleh Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Adang Daradjatun dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) menunjukkan wajah asli para anggota dewan yang ada di DPR.

“Wajah dan perilaku anggota dewan sekarang ini sudah nampak jelas sekali ketidak berpihakannya kepada umat Islam yang mayoritas di negeri ini. Baik yang mengaku sebagai partai tengah ataupun yang mengaku sebagai partai dakwah maupun partai Islam,” ujar Ustadz Khoirul RS. ketua DPW FPI Surakarta kepada voa-islam.

Pasalnya, dengan disetujuinya RUU tersebut menjadi langkah awal “kemenangan” kalangan anti Islam untuk menghancurkan Islam dan umat Islam. Dan hal ini terbukti dengan disahkannya RUU tersebut menjadi UU (Undang-Undang) melalui rapat paripurna yang dihadiri 350 anggota DPR dan dipimpin oleh Priyo Budi Santoso wakil ketua DPR RI dari Partai Golkar di Jakarta pada selasa (12/2/2013) lalu.

“Pasal-pasal itu gagasan nasionalis dan kapitalis Zionis. Jadi saat sekarang ini umat Islam harus tegas dalam bersikap. Pasal-pasal itu semuanya menjerat ke kelompok Islam seperti FPI, JAT, HTI dan ormas islam lainnya yang dianggap “keras” oleh Pemerintah,” lanjutnya.

Dengan demikian, sudah semakin jelas sekali, bahwa partai yang ada di Indonesia saat ini tidak ada yang membela kepentingan umat Islam, sekalipun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menggembar-gemborkan dirinya sebagai partai dakwah.

Hal ini didasari karena PKS yang memegang jabatan sebagai ketua Pansus tidak mau secara tegas menolak RUU yang sangat mendzolimi dan merugikan umat Islam tersebut. Ini mencerminkan, PKS tidak ingin menegakkan syari’at islam seperti yang mereka serukan kepada kadernya dan para simpatisannya. Partai itu  justru ikut-ikutan menjadi partai “tikus” yang telah menggerogoti syari’at islam dari dalam.

“Anggota DPR entah dari partai manapun, termasuk yang mengaku sebagai partai Islam, sama sekali tidak ada yang membela Islam dan kepentingan umat Islam yang mayoritas ada di Indonesia,” tegasnya.

Tidak Takut Dicap Teroris

Namun, ketua Bidang Nahi Mungkar DPW FPI Surakarta ini masih husnudzon (berbaik sangka) kepada anggota DPR RI, jangan-jangan mereka secara tidak sadar telah dimanfaatkan oleh pihak asing. Maka dirinya mengingatkan anggota DPR untuk mencabut UU tersebut dan menghimbau kepada para anggota dewan untuk sadar dan bertaubat. “Sebenarnya kalau mau jujur kita tau semua, orang-orang yang ada didalam DPR itu dimanfaatkan oleh kepentingan asing, jadi gak usah mengelak mereka itu,” pesannya.

Ia tidak takut jika suatu hari nanti, FPI dimasukkan sebagai organasasi teroris karena lantang menyuarakan pembubaran Densus 88 dan DPR RI. Baginya, dimasukkan ke dalam organisasi teroris atau tidak, nggak masalah. Justru  dianggap teroris itu lebih bagus, artinya FPI siap perang melawan siapa saja yang menganggap FPI teroris.

"Saya pribadi tidak takut dianggap teroris gara-gara nahi munkar dan teriak-teriak menyampaikan kebenaran untuk selalu menyuarakan dan menuntut pembubaran Densus 88, dan sekarang ini kami tuntut pembubaran DPR RI,” pungkasnya. [Bekti/des]
(voa-islam.com)

Aktivis Islam Kecam DPR & PKS yang Setujui RUU Pendanaan Terorisme

SOLO (voa-islam.com) – RUU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme akhirnya pada selasa (12/2/2013)lalu akhirnya disahkan di Jakarta oleh DRP RI melalui rapat paripurna yang dihadiri 350 anggota DPR, dipimpin oleh Priyo Budi Santoso, wakil ketua DPR RI dari Partai Golkar.

Sebelumnya, Panitia Khusus (Pansus) telah menggodok draft RUU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme Persetujuan di Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Adang Daradjatun dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Dalam rapat yang cukup lama dan alot tersebut,  Komisi I DPR RI menyetujui RUU tersebut dan kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR RI setelah pembacaan hasil kerja Pansus dan akhirnya disahkan oleh DPR RI menjadi UU (Undang-Undang).

Pengesahan RUU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme menjadi UU ternyata tak luput dari perhatian dan pengamatan sejumlah aktivis ormas Islam, salah satunya adalah Ketua DPW FPI Surakarta Ustadz Khoirul RS.

Setelah mempelajari pasal-pasal yang ada dalam RUU tersebut -- cerminan dari gagasan kalangan nasionalis dan kapitalis yang ditunggani Zionis—ada indikasi untuk menjegal langkah penegakan syari’at islam oleh ormas Islam yang dianggap radikal.

“Pasal-pasal itu gagasan nasionalis dan kapitalis Zionis. Jadi saat ini umat Islam harus tegas dalam bersikap. Pasal-pasal itu semuanya menjerat ke kelompok Islam seperti FPI, JAT, HTI dan ormas islam lainnya yang dianggap “keras” oleh Pemerintah,” kata Ustadz Khoirul kepada voa-islam.

Menurutnya, persetujuan RUU tersebut yang diajukan oleh Pemerintah dan kemudian disahkan menjadi UU oleh DPR RI adalah sesuatu yang konyol. “Jika teroris itu ditujukan kepada aktivis islam yang selama ini menyerukan tegaknya syari’at islam, jelas konyol,” ucapnya.

Ketua DPW FPI Surakarta ini melihat bahwa tujuan disahkannya RUU tersebut tidak lain hanya untuk melemahkan dan menghancurkan perjuang umat Islam. Maka dari itu, dirinya mengajak kaum muslimin semuanya dan tokoh-tokoh masyarakat, serta para ulama, tidak hanya lantang menyuarakan dan menuntut pembubaran Densus 88, namun DPR RI juga harus dibubarkan karena telah mensahkan RUU yang sangat mengancam dan merugikan umat Islam itu.

“Saya lihat UU itu untuk membumihanguskan perjuangan Islam. Maka sudah sepantasnya bahwa kita harus menantang UU ini. Dan tugas kita sekarang ini tidak lain, menuntut pembubaran Densus 88 dan juga menyatakan perang terbuka kepada DPR RI yang telah menyetujui RUU itu menjadi UU,” tegasnya. [Bekti/des]